Program Kotaku Gelontorkan Padat Karya Tunai Rp 3,3 Miliar di Boyolali

Program Kotaku Gelontorkan Padat Karya Tunai Rp 3,3 Miliar di Boyolali

BOYOLALI-Sebanyak Rp 3,3 miliar bantuan padat karya tunai atau cash for work (CFW) kepada masyarakat digelontorkan pemerintah pusat melalui Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Launching bantuan padat karya tunai ini digelar di Balai Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali pada Senin (12/4/2021).

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Boyolali, H. Setyo Wibowo menjelaskan bahwa program padat karya tunai merupakan bantuan tunai dalam bentuk upah tenaga kerja yang diberikan kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Masyarakat sasaran diperuntukkan bagi yang mengalami putus hubungan kerja dan masyarakat yang kehilangan pendapatan.

“Harapannya dengan padat karya ini masyarakat bisa ada daya beli, perekonomian insyaAllah akan ada perubahan ada peningkatan,” kata Setyo.

Mengenai sasaran untuk program padat karya ini, Setyo menerangkan bahwa ada 11 desa di empat Kecamatan. Adapun lokasi sasaran program KOTAKU kali ini yaitu Kecamatan Boyolali meliputi Desa Kiringan, Desa Penggung, dan Kelurahan Banaran. Kemudian Kecamatan Banyudono terdiri dari Desa Denggungan, Desa Ngaru-Aru, Desa Bendan dan Desa Bangak. Selanjutnya untuk Kecamatan Sawit hanya ada di Desa Karangduren. Dan yang terakhir ada di Kecamatan Ngemplak yaitu Desa Sawahan dan Desa Donohudan.

Ditambahakan Setyo, untuk bantuan yang diterima masing-masing Desa sebesar Rp 300 juta. Sedangkan untuk penerima bantuan program padat karya ini adalah masyarakat setempat yang berdomilisi di Desa tersebut. Sehingga bagi masyarakat yang akan menjadi tenaga kerja program padat karya tunai, akan melalui pengecekan identitas dengan bukti kartu tanda penduduk (KTP) Desa setempat, karena bantuan tersebut memang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa setempat.

“Sehingga Desa atau Kelurahan yang lain tidak bisa masuk menjadi pekerja pada lokasi yang sudah ditentukan itu.” Imbuh Setyo.

Disinggung mengenai keberlanjutan program KOTAKU kedepannya, Setyo mengatakan bahwa untuk program KOTAKU menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Untuk saat ini difokuskan pada penanganan Covid-19 dengan program padat karya tunai.

“Prinsipnya adalah Boyolali kita berharap Kota Tanpa Kumuh ini bisa tercapai lebih baik lagi,” tandasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Boyolali, Wahyu Irawan bersyukur dengan adanya bantuan padat karya tunai ini. Pihaknya berpesan agar para penerima bantuan dan pelaksana benar-benar dikhususkan untuk penduduk lokal setempat.

“Dengan harapan bisa mengurangi beban dari masyarakat setempat, dalam rangka pas momennya lebaran, mudah-mudahan bisa bermanfaat, kepada penerima untuk dilaksanakan sebaik-baiknya.” pesan Wabup yang kerap disapa Iwan ini.

Selain itu Wabup Iwan juga mengimbau agar penggunaan anggaran untuk kegiatan tersebut dipergunakan sebagaimana mestinya.

“Jangan tergiur dengan jumlah nominal yang ada, karena tetap ada supervisi, tetap ada pengawasan dari pihak Satker, penggunaannya harus betul-betul tepat,” tandas Wabup Iwan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *