Jurus Pemerintah Kembangkan dan Jaga Perekonomian di Desa

Jurus Pemerintah Kembangkan dan Jaga Perekonomian di Desa

penggung.desa.id – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi siap menjaga dan terus mengembangkan perekonomian di desa yang jumlahnya hampir mencapai 75 ribu. Salah satu yang dilakukan ialah melokalkan tujuan global SDGs ke dalam tujuan pembangunan desa dan perdesaan melalui SDGs desa.

“Kelompok tertinggal di Indonesia berada di pedesaan maka SDGs harus bisa menjawab permasalahan perdesaan terutama kemiskinan dan ketertinggalan,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Harlina Sulistyorini, dalam Indonesia CSR Brand Equity Awards 2021, Rabu, 5 Mei 2021.

Kemudian, lanjutnya, melokalkan SDGs global ke dalam SDGs desa yang bertujuan agar pembangunan desa benar-benar komprehensif, terukur melalui indikator capaian yang menukik tajam menjawab permasalahan. Selain itu, tambahnya, SDGs desa memastikan agar seluruh masyarakat desa turut serta melalui proses musyawarah.

“Yang menjadi panduan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa,” tuturnya.

Dari sisi strategi pemulihan ekonomi dan penggunaan dana desa 2021, masih kata Harlina, pihaknya mengaku memiliki strategi. Pertama, revitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kedua, digitalisasi ekonomi desa dengan menggandeng e-commerce global. Ketiga, ketahanan pangan masyarakat desa. Keempat, Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

Sebelumnya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengungkapkan empat strategi mengembangkan desa di 2021. Hal ini mulai dari memanfaatkan teknologi hingga lebih intens mendampingi desa.

“(Strategi) ini menjadi energi penggerak langkah raksasa ke depan,” kata pria yang akrab disapa Gus Menteri itu.

Gus Menteri menyebut langkah pertama ialah memanfaatkan sistem informasi dan teknologi komunikasi. Kemendes PDTT bakal mengumpulkan data mikro pada level individu, keluarga, RT, dan desa. “Seluruh data kita gali bersama untuk memenuhi kebutuhan membangun desa,” papar dia.

Menurut dia, pengumpulan data tersebut tak lagi jadi persoalan. Pasalnya, salah satu prioritas penggunaan dana desa 2021 ialah memastikan jaringan 3G dan 4G menjangkau 11 ribu desa yang belum terjangkau.

Kedua, memperkuat keorganisasian, finansial, dan kerja sama bisnis badan usaha milik desa. Strategi ketiga mereorganisasi pendampingan desa. Saat ini, seluruh pendamping desa berada di bawah komando langsung Kemendes PDTT. Mereka tak lagi dibebani tugas administrasi.

Strategi keempat memenuhi 18 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) desa. SID mencatat seluruh kegiatan desa dan menyerasikan ke dalam 222 indikator SDGs desa. “Rekomendasi rinci SID memastikan desa memiliki arah bergerak lebih maju dan lebih cepat,” tutup dia.

 

 

SourceĀ 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *